Friday, October 8, 2010

I Asked Her

10.06 am

Monday, 04 October 2010

(na na na na... it's TV's sound anyway)

baru kurasa sebuah tragedi.

tragedi kurasa sebuah masalah.

masalah kurasa aku.

apa yang kulakukan saat aku sendiri?

aku sering berdebat dan bercengkerama dengan diriku yg lain.

berjam-jam aku mengobrol dengan nya.

apa yang dia suka, apa yang tidak.

apa yang buat dia senang, apa yang tidak.

apa dia suka coklat sepertiku.

apa dia juga suka es krim?

apa dia juga suka kelupaan dan melakukan hal bodoh?

bercerita tentang kartun pagi ini.

menyenangkan!

hari ini berat sekali untuk melangkah.

kakiku sepertinya mengidap penyakit.

ahhh..aku ingin berpenyakit.

disuguhi adegan berbaring di rumah sakit dengan semua keluarga berkumpul.

adik melontarkan lelucon, semua tertawa.

hal kecil jadi begitu besar.

menyenangkan, bukan?

aku bertanya padanya, dia menggelengkan kepala.

dia bilang, " kaulah hal kecil itu."

Sunday, July 11, 2010

Aneh atau wajar?

belakangan ngerasa agak aneh... i dunno what exactly what i mean.
agak bete sekarang selalu dijadiin bahan ejekannya dia.
berasa kayak bukan pacar -__-
Yap, dia sering ngejadiin gw bahan ejekan ke temen-temennya...
apapun. sering sengaja bikin gw malu...
menurutnya itu adalah hal lucu. Kalo gw bego and malu-maluin di depan temen-temennya, semakin senang lah dia...
Tadinya gak masalah, but.. i feel strange. Is it normal?
boleh marah gak ke dia? pfft, i don't think so.

I will try to speak up to him.

Monday, June 14, 2010

Have You...?

(written in 17 November 2009 at 17:17)



Hei...
Pernahkah kau berjabat tangan dengan orang asing?
Bertemu dan bercengkerama sedikit di awal.
Pernahkah kau terpikir melakukan pertemuan dengannya untuk kedua kali?
Aku pernah.

Pernahkah kau sengaja mencari alasan untuk memaksa orang asing itu, menemanimu nonton di pertemuan selanjutnya?
Pernahkah kau berlagak kedinginan di dalam, hanya untuk melihat apa reaksi orang asing tersebut?
Aku pernah.

Pernahkah kau menuruti nasihat orang asing itu, "Jangan makan sambal", tetapi kau bersikeras melakukan hal sebaliknya?
Agar kau tahu seberapa perhatiannya dia terhadapmu.
Pernahkah kau merasa senang bukan main saat orang asing tersebut menyanyikan sebuah lagu di telingamu?
Dan itu menjadi lagu terbaikmu sepanjang masa.
Aku pernah.

Pernahkah kau melewati harimu tanpa senyuman?
Tidak. Setelah aku bertemu orang asing itu.
Pernahkah kau mendatangi orang asing itu di pagi hari dan mengucapkan, "Selamat Pagi" saat ia membuka matanya?
Aku pernah.

Pernahkah kau menghabiskan waktumu dengan tertawa lepas dan senyum yang
tak pernah pudar?
Hingga kau lupa akan caranya wajahmu menjadi cemberut dan jelek.
Pernahkah kau mendengar kata-kata dari mulut orang asing tersebut berubah menjadi kata-kata paling manis dan indah yang pernah kau dengar?
Aku pernah.

Pernahkah kau memutuskan untuk jatuh cinta dengan orang asing tersebut secepat ini?
Pernahkah kau membayangkan cinta kilat ternyata lebih berharga?
Aku pernah.

Pernahkah kau merasa jadi orang paling tak berguna, disaat kau tak bisa menuruti permintaan orang asing tersebut yang memintamu untuk tersenyum?
Pernahkah kau benar-benar bodoh dan membenci dirimu, saat kau tau orang asing tersebut mengucapkan kata "Aku Benci Kamu"?
Seperti kata orang, "Dunia seakan runtuh" saat kau ada di kondisi itu.
Seperti kata orang, "Hidup seakan tak berguna lagi" saat kau ada di kondisi itu.
Seperti kata orang, "Tak ada harapan dan maaf untuk orang bodoh" saat kau ada di kondisi itu.
Aku pernah.

Pernahkah kau takut setengah mati, saat kau tahu, orang asing tersebut ingin kembali ke kehidupannya?
Ironis, ia sudah bukan merupakan orang asing lagi bagi hatimu.
Bukan Orang Asing lagi yang kau temui dan kau jabat tangannya dulu.
Dan bukan Orang Asing lagi yang dengan baik hati memberimu kebahagiaan berlipat.
Aku pernah.

For My Friend

(used to be; changed due to some reason, err..one big reason)


I know, for this time, you are (officially) hates me.
Don't want to see or talk to me again.
You've heard something wrong about me or people on my side, then what can i do?
I'll tell you one thing, the big one.
You know nothing, dude.
You don't know what exactly happened.
You just heard. Unfortunatelly from one person.
Not givin' you an accurate and fact.

You know, i love you as a friend, as a brother.
You know, you have a friends who loves you.
So, i don't want to make you for believing me.
You choose the way, smart guy!

This is what i've talked :)

Friday, June 4, 2010

Terima Kasih

26 February 2010
12.29 am


huffff...
hela nafas..hela nafas...
senang sekali!

Dulu aku terjebak.
ada raksasa yang mengatur dan menjaga hidupku.
dia kelihatan besar dan gagah.
yap! seperti itu kelihatannya.

menggandeng tanganku tapi berbekas.
melindungiku dari hujan tapi membiarkanku basah.
menyuapiku, tapi membiarkanku tersedak.
aku jatuh.
dia memang menolongku! sekaligus menjatuhkanku lebih dalam.

bersuara? tidak bisa.
mulutku rapat mendengar ocehannya tiap detik.
detik pertama aku sudah pusing.
detik kedua aku bertahan.
detik ketiga aku goyah.
detik keempat aku mual.
hingga detik ke 100, ternyata aku mengecil.

Hahahahaaa.....
menemukanmu dari dalam kaca ternyata mempermudahkan aku.
aku bernafas!
aku bergerak!
aku bisa melirik!
hidungku bisa kembang kempis!
kakiku melangkah lebar!
tertawa terbahak-bahak!

gila aku. memang.
betapa aku memang gila.

tahu tidak?
pria dari dalam kaca itu membantuku untuk kabur!
terima kasih.
aku tau definisi bahagia sekarang.